Aku mencoba tidak berharap terlalu banyak. Namun sang Matahari, seperti selayaknya terus bersinar, dan bahkan ketika malam datang dan bulan menggantikannya, sinarnya tetap masih membara begitu lama di hatiku, sampai pagi datang menjelang di hari berikutnya. Begitulah. Tapi sekali lagi, aku merasa sedih dan gembira, gelisah dan tenang, karena aku tahu bahwa Matahari itu begitu indahnya dan aku bukan apa - apa dibandingkan dia.
Ini Matahari berbeda dari Matahari yang senantiasa bersinar di langit sana. Matahari ini menapakkan kakinya di Bumi. Sinarnya menghangatkan, tapi juga sangat menyejukkan! Begitu kuatnya pesona sang Matahari, hingga membuatku tak bisa berpikir dan tak bisa bergerak. Yang ada di hati dan pikiranku hanyalah Matahari. Matahari. Matahari. Matahari. Namun perasaan ini selalu terkunci dalam hatiku.
Tapi Matahari ini begitu ramah. aku merasakan bahwa Matahari ini begitu dekat, menyinari hatiku, menghangatkannya, menenangkannya. Tapi demi menyadarinya aku serasa ingin berlari dan kabur sejauh mungkin dari dirinya. aku takut. Takut pesonanya menyeretku lebih dalam lagi ke dalam pusaran gelombang perasaan cinta yang aneh dan membara. Namun sudah terlambat. Seperti selayaknya, kau tak akan bisa pergi jauh dari sesuatu yang membuatmu merasa nyaman dan bahagia. Dan Matahari ini, walaupun ia setengah mati membuatku gelisah dan takut, dengan cara yang aneh pula ia membuatku merasa nyaman dan bahagia.
Dia datang begitu tiba - tiba. Tiba - tiba. Terasa begitu asing namun juga begitu familiar. aku tidak bisa menolaknya, walaupun Matahari ini membuat hatiku bergelora, serasa ingin berontak dan keluar dari rongganya, dan berantakan. Sampai aku merasa tidak kuat lagi dan sekali lagi, seperti biasa, aku kembali berlari, aku bersujud dan aku bersimpuh, ke hadapan Cinta Sejatiku. aku memohon dengan sungguh - sungguh. Sungguh - sungguh.
Hilangkan perasaanku padanya atau satukanlah hati kami berdua.
Itu yang kuminta. Aku begitu putus asanya hingga itu yang kuminta. Kelihatannya egois sekali. Namun aku sudah tidak kuat lagi karena hatiku rasanya sudah berdarah - darah.
Lalu suatu hari, disaat aku ragu, matahari itu datang lagi. Ia mendatangiku lebih dekat daripada ia mendatangi orang - orang lain. Ia menyinariku lebih hebat daripada ia menyinari orang - orang lain. Segala pesona dan keindahannya membuatku terpaku. Cahaya dirinya begitu menyilaukan, menyilaukan dan menghangatkan, menenangkan dan menyejukkan. Lalu sang Matahari berkata bahwa ia datang hanya untuk menghibur,
Dan pada saat itu hatiku berhenti berdetak. Seluruh nadiku berhenti berdenyut oleh kata-kata yang kudengar dari orang lain. Hatiku penuh rasa ketidakpercayaan karena sang Matahari telah membohongiku untuk ke 3 kalinya! Ya, ia telah memilihnya! Benarkah? aku merasa hancur jiwaku pergi melayang bersama asaku. Matahari yang selalu kupuja yang selalu ku sanjung harus kurelakan kepadanya,
Aku tertunduk dan sekali lagi aku menghadapi kehancuran keterpurukan yang sangat dalam,. Lalu pada hari yang ditentukan, matahari itu harus keserahkan kepada orang lain. aku berdebar; dan setiap kali mendengar suaranya yang menggugah, jantungku berdentum lebih keras lagi dari kapanpun. Setiap kali aku memandang matanya, rasanya dunia menjadi lebih indah dari kapanpun. Dan saat aku dekat dengannya, aku menyadari bahwa rasa cinta yang besar telah tumbuh dalam diriku untuk dirinya. Dan setiap sel dalam diriku meneriakkan kata - kata cinta untuknya.
Itulah saat terindah yang pernah ada dalam hidupku, jika kau merasakannya.
Aku mendapatkan Matahari dan aku merasa tidak sempurna. Namun demi Matahari aku akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. aku takkan pernah mau melihat Matahariku redup, karena dialah yang terbaik yang pernah ada, dan takkan tergantikan.
Dan siang malam, dalam setiap hembusan nafasku, aku tak pernah berhenti bersyukur dan berterimakasih kepada Cinta Sejatiku karena ia telah menghadiahiku Matahari yang indah. aku merasa menjadi orang yang paling berbahagia di dunia. aku dekat dengan Cinta Sejatiku yang Luar Biasa, namun matahari itu harus kerelakan menyinari orang lain. walau pedih harus aku lakukan, demi kebahagiaannya
Teruntuk Matahariku
Kau yang datang mengetuk pintu hatiku dan melunakkannya
Kau yang membuatku merasa sebagai seorang laki-laki lagi
Kau yang membuatku berani mengutarakan segala isi hatiku
Dan kau satu - satunya yang membuatku selalu mengingat Sang Pencipta yang Maha Mulia
Cintaku kepadamu takkan pernah surut
Cintaku kepadamu takkan pernah luntur
Cintaku kepadamu takkan pernah kering
Dan akan selalu kuperluas akar - akar cintamu
Kau datang begitu tiba - tiba dan pergi secara tiba-tiba pula.
Namun kau telah meninggalkan tanda cinta yang besar di hatiku
Begitu hebatnya dirimu mengusik hati dan pikiranku
Begitu hebatnya dirimu yang selalu membuatku bersemangat
Kudoakan agar kau senantiasa sehat,
Agar semua cita - citamu tercapai
Agar kau sukses dan bisa berguna bagi dirimu & orang - orang di sekitarmu
Agar kau menjadi calon penghuni Firdaus
Agar kau selalu setia padanya
Agar kau selalu menjadi permata di hatinya
Aku berharap kau menjadi yang terakhir untukku & yang teristimewa
Dan aku berdoa...
Semoga kau bahagia.
Hanya kuharapkan doamu untukku agar hatiku tabah selalu
Menjalani deritaku ini sampai akhir hayatku nanti.
Kuterima kepahitan ini akan kubawa luka hati ini pergi jauh darimu..
Sabtu, 03 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Sahabat...
BalasHapusBerhentilah berpikir seperti itu.
Mataharimu itu tidak pernah pergi dan meninggalkanmu. Bukankah pernah aku katakan bahwa matahari itu akan terus menyinarimu dengan caranya sendiri. YAKINLAH ITU.
Makanya kamu pun harus bangkit dan berusaha mengeluarkan sinarmu untuk dirimu dan untuk dunia, krn matahari itu pun akan semakin bersinar jika kamu ikut bangkit dan bersinar.
OK...