Rintihan sang pendaki yang gagal mencapai puncak untuk menjemput si Rajawali yg selama ini melambai-lambaikan sayapnya minta dikasihi, ternyata telah terbang tinggi bersama yang lain.



Selasa, 13 April 2010

MASA LALU

aku tau, ada perbedaan antara masa lalu dan sekarang. Namun buatku, masa lalu itu bukan untuk dibuang begitu saja. Terkadang orang menyuruhku 'membuang' kenangan. Tapi, taukah teman, masa kini tidak akan ada tanpa masa lalu. Masa lalu itulah yang membentukku sekarang, masa itulah yang menjadikanku seperti sekarang.

Jika, aku harus melupakan semua. Mungkin memang sebaiknya kulupakan semua yang tidak berguna. Seperti, cerita masa lalu tentang cinta yang pernah kandas, untuk apa dikenang? Kecuali sebersit ingatan yang mengganggu. Namun bagiku, itu tidak berarti. Dan lagi-lagi, cerita itu menjadikanku seperti sekarang. Dengan kenaifanku? Keinginanku yang tak sebodoh dulu. Namun yah, aku tentu tau perbedaan dari masa lalu dan masa sekarang.

Ada lagi. Jika dulu aku pernah bahagia atau 'menderita', maka itu pun ikut membentuk diriku saat ini. Aku ingin mencoba meraih hikmah dari semuanya, hanya itu. Jika, aku disuruh melupakan, mungkin itu yang terbaik. Hm. Terkadang aku tak konsisten!

Lupakan masa lalu, atau simpan di dalam kotak yang sewaktu-waktu bisa dibuka?Atau diingat sepanjang waktu untuk jadi pemacu kemajuan diri?

Secara pribadi, aku tak akan memilih pilihan terakhir itu. Buatku, mengenang masa lalu yang tidak baik sering menghambat semangat yang sedang berkobar-kobar. Terkadang aku jatuh ke dalam sekam penyesalan, kesedihan, dan lebih parahnya ke dalam keinginan membunuh masa lalu itu.

Aku sendiri, lebih ingin mengubur masa lalu itu. Tak akan aku ingat. Namun tak akan aku tolak jika ia datang sebagai peringatan dan mimpi. Jika ia datang, maka aku dapat bercermin darinya.

Entah dengan teman-teman? Bagaimana cara teman-teman semua menghadapi masa lalu yang sering mengganggu? Terlebih, bila masa lalu itu kita ketahui sekarang merupakan cerita yang 'menyedihkan'.

Namun, semua ada hikmahnya bukan?

2 komentar: