Rintihan sang pendaki yang gagal mencapai puncak untuk menjemput si Rajawali yg selama ini melambai-lambaikan sayapnya minta dikasihi, ternyata telah terbang tinggi bersama yang lain.



Senin, 22 Maret 2010

perjalanan waktuku yang tersisa

Waktu yang sudah berjalan tidak akan pernah kembali lagi. Apa yang sudah dilalui pun juga tak akan pernah bisa terulang. Kecuali jika ada kesempatan kedua dan itu pun pasti terjadi di ruang dan masa yang berbeda. Tanpa sadar, aku pun telah melewati beberapa perjalanan waktu yang sungguh panjang. Perjalanan yang tak mampu lagi aku ulang. Semuanya pasti telah menjadi suatu kenangan.

Aku tahu, dan seharusnya aku sadar akan hal itu. Entahlah, semuanya berjalan sangat cepat. Tapi, semua orang tahu bahwa setiap ada permulaan pasti ada sebuah akhir. Dan, inilah saatnya aku berada di batas akhir. Apa yang telah aku mulai, aku tak bisa menghindar untuk harus mengakhirinya. Harusnya sudah berakhir, tapi mengapa harus kembali lagi? Mungkinkah ini yang dinamakan kenangan? Oh, tidak! Aku mulai benci kata-kata itu.

Kata-kata yang entah sejak kapan menjadi suatu mimpi buruk di setiap tidurku. Mungkin aku takkan menggunakannya lagi dalam jangka waktu dekat ini. Dulu aku memang suka mendengarkannya dan mengingatnya setiap kali aku ingin mengingatnya. Tapi, berbagai macam masalah menderaku hingga akhirnya aku takut mendengar kata-kata itu—bahkan membencinya.

Bagiku, waktu tak sesimpel seperti yang kubayangkan. Aku banyak kehilangan waktu hanya untuk terjebak di satu masalah dan membiarkan beribu kesempatan melewatiku. Andai aku bisa memutar waktu, pasti akan kulakukan. Tapi, sayangnya tidak. Aku harus terus berjalan di sepanjang sisa waktu yang masih aku miliki.

2 komentar:

  1. Berpikir kedepan itu bagus. Namun kenangan ke belakang itu juga perlu. Jadikan ia sebagai motivasi utk menata hidup menjadi lebih baik.
    "No one can go back and change a bad beginning; But anyone can start now and create a successful ending"

    BalasHapus
  2. ok aku setuju...tapi untuk membuka lembaran yg baru kita tidak harus membuka lembaran lama dan mempelajarinya kembali...cukup kita mengingat tanpa harus membukanya lagi...

    BalasHapus