"Tiap hari, tiap menit aku lalui dengan senang dan ini semua adalah berkatmu, berkat dirimu yang telah melengkapi yang ada dalam diriku.
Dan dirimu sudah menyempurnakan hatiku, hatiku yang begitu beku sudah engkau cairkan dengan hatimu, engkau selalu aku sanjung, namamu tidak pernah hilang dalam ingatan aku.
Aku begitu senang sayangku, ketika engkau mengucapkan kata yang memang dari hatimu. namun sayang, aku lelah, aku lelah dengan yang ada.
Bagaimana tidak lelah sayangku,aku harus melihatmu bercengkrama dengan orang lain, dan aku tidak bisa melakukan sesuatu untuk mencegah itu semua. bahkan disaat aku mencoba untuk membicarakan itu semua,engkau malah bilang aku tak bisa melupakanya
Rutinitas pun terjadi antara dirimu dengan dia, dan sekali lagi aku berjanji untuk tidak melakukan apapun.
Tersiksa hatiku sayang, tetapi engkau tidak pernah mengerti akan perasaanku ini.
Dan aku menjadi ketakutan karena aku hanya penghalang antara dirimu dengan dia, dia yang selalu menjadi nomor satu dalam hatimu itu.
'Suatu hari tapi pasti
perlahan engkau melupakanku
engkau meninggalkan rasa cintaku
engkau berpaling dari diriku
memilih seseorang untuk dijadikan pautan hatimu
yang telah lama engkau pendam
yang telah lama dirimu idamkan
tetapi gara-gara diriku,dan cintaku,
engkau rela membiarkan perasaanmu,
melepaskan rasa cintamu itu, yg sebenarnya hanya untuk dia,
tetapi ini semua tidak akan bertahan lama
karena aku yakin engkau akan tetap memilih dia
tetapi ikhlaskah aku...
ikhlaskah hatiku kehilangan cintaku, hanya demi seorang yang lain.
dan jawabanku adalah IKHLAS
se-ikhlas hatiku untuk menyayangimu
karena aku tidak mau menjadi penghalang akan cintamu
cintamu yang abadi
karena aku juga ingin melihat engkau bahagia, walau tanpa aku
walau dengan orang lain.
CINTAKU, aku lepaskan engkau bukan dengan air mata
tetapi dengan rasa sayangku ini.
selamat dan aku doakan semoga engkau menyayangi dia seperti aku menyayangimu
berkorban seperti aku berkorban demi cintamu itu.
walau harus berkorban dengan hati
walau harus berkorban dengan tangis.'
apakah tulisanku ini? ungkapan sebuah kesedihan atau ungkapan sebuah keindahan. keindahan akan sebuah keikhlasan."
seandainya aku tidak pernah merasakan ini, maka aku tidak akan pernah mengerti bagaimana rasa berkorban itu, walau dada sesak, tetapi aku akan tetap menjalaninya.
ingatlah bahwa aku Ikhlas untuk melepaskanmu, melepaskan dirimu, karena aku begitu mencintaimu, mencintai hatimu, mencintai kebahagiaanmu, dan aku ikhlas untuk melihatmu bahagia.
selesai sudah apa yang aku tulis, dan sekarang aku akan tidur, aku akan tidur dengan ketakutanku ini.
Dan dirimu sudah menyempurnakan hatiku, hatiku yang begitu beku sudah engkau cairkan dengan hatimu, engkau selalu aku sanjung, namamu tidak pernah hilang dalam ingatan aku.
Aku begitu senang sayangku, ketika engkau mengucapkan kata yang memang dari hatimu. namun sayang, aku lelah, aku lelah dengan yang ada.
Bagaimana tidak lelah sayangku,aku harus melihatmu bercengkrama dengan orang lain, dan aku tidak bisa melakukan sesuatu untuk mencegah itu semua. bahkan disaat aku mencoba untuk membicarakan itu semua,engkau malah bilang aku tak bisa melupakanya
Rutinitas pun terjadi antara dirimu dengan dia, dan sekali lagi aku berjanji untuk tidak melakukan apapun.
Tersiksa hatiku sayang, tetapi engkau tidak pernah mengerti akan perasaanku ini.
Dan aku menjadi ketakutan karena aku hanya penghalang antara dirimu dengan dia, dia yang selalu menjadi nomor satu dalam hatimu itu.
'Suatu hari tapi pasti
perlahan engkau melupakanku
engkau meninggalkan rasa cintaku
engkau berpaling dari diriku
memilih seseorang untuk dijadikan pautan hatimu
yang telah lama engkau pendam
yang telah lama dirimu idamkan
tetapi gara-gara diriku,dan cintaku,
engkau rela membiarkan perasaanmu,
melepaskan rasa cintamu itu, yg sebenarnya hanya untuk dia,
tetapi ini semua tidak akan bertahan lama
karena aku yakin engkau akan tetap memilih dia
tetapi ikhlaskah aku...
ikhlaskah hatiku kehilangan cintaku, hanya demi seorang yang lain.
dan jawabanku adalah IKHLAS
se-ikhlas hatiku untuk menyayangimu
karena aku tidak mau menjadi penghalang akan cintamu
cintamu yang abadi
karena aku juga ingin melihat engkau bahagia, walau tanpa aku
walau dengan orang lain.
CINTAKU, aku lepaskan engkau bukan dengan air mata
tetapi dengan rasa sayangku ini.
selamat dan aku doakan semoga engkau menyayangi dia seperti aku menyayangimu
berkorban seperti aku berkorban demi cintamu itu.
walau harus berkorban dengan hati
walau harus berkorban dengan tangis.'
apakah tulisanku ini? ungkapan sebuah kesedihan atau ungkapan sebuah keindahan. keindahan akan sebuah keikhlasan."
seandainya aku tidak pernah merasakan ini, maka aku tidak akan pernah mengerti bagaimana rasa berkorban itu, walau dada sesak, tetapi aku akan tetap menjalaninya.
ingatlah bahwa aku Ikhlas untuk melepaskanmu, melepaskan dirimu, karena aku begitu mencintaimu, mencintai hatimu, mencintai kebahagiaanmu, dan aku ikhlas untuk melihatmu bahagia.
selesai sudah apa yang aku tulis, dan sekarang aku akan tidur, aku akan tidur dengan ketakutanku ini.



Tuhan tak pernah salah dalam memberi. Kita meminta apa yang kita inginkan, Dia memberi apa yang kita butuhkan. Begitu halnya dalam percintaan.
BalasHapusTuhan itu memberikan yang terbaik untuk hambanya, maka ikhlaskanlah untuk menerima segalanya sebagai jalan yang dipertunjukkan dan dipilihkan untukmu.
Jangan pernah menuntut keadilan Allah SWT, karena sesungguhnya Allah itu maha adil dan bijaksana. Allahu Akbar...